Senin, 05 November 2018

Tak Ada yang Pantas Dipercaya?

Illustration created use #Picsart by @upangman
Kerisauan, kegundahan dan kegalauan cukup sudah, karena tak ada yang pantas dipercaya. Hal yang kamu banggakan tak bisa membuatmu tenang, referensi buku, berita dan kitab-kitab yang menghiasi dinding kamar dan otakmu tak lagi mencerahkan.

Kau tersimpuh lemah tak berdaya, suara nyaringmu tentang prinsip dan optimisme itu tak lagi menggema. Suara itu sekarang terdengar seperti sayup-sayup daun kering dihempas angin berdebu. Energi positif yang selama ini mengelilingimu tak lagi berpihak, bahkan mereka nggan menegur sapa, karena kau tak pantas menjadi pengikat baginya. Kau bolak-balik baca referensi dan media terpercayamu, tak bisa membuat keadaan menjadi lebih baik karena memang tak ada yang pantas dipercaya. 

Hanya terdiam, terpejam dalam kesendirian mimpi yang tak berkesudahan. Tubuhmu tak lagi mampu berdiri tegak penuh energik untuk melawan butanya dunia. Kaki tangan tak mampu menopang keraguan berpikir bersih, sebab sekelilingmu kotor dan mereka tak peduli itu. Sikap acuh pada dirimu memberikan pengaruh negatif ke gelombang-gelombang dengki, iri dan sakit hati. Secara tak sadar pelan-pelan menggerogoti iman dan tekad yang selama ini kau pegang. Apa tidak ada yang pantas dipercaya? 

Pertanyaan akan diri selalu menjadi momok menakutkan dalam ruangan hampa penuh misteri. Bagaimana tidak! Ragamu, pikirmu dan batinmu sekarang tak lagi mampu menahan amarah dunia. Dunia yang membuat kamu buta, tuli dan lumpuh oleh HOAX dimana-mana, isu SARA bertebaran di seluruh sendi tubuhmu. Sampai isi kepalamu tak lagi mampu membendungnya, hingga sifat iblis kau tampakkan. Terus siapa lagi yang mesti dipercaya?

Kau berkata bijak dicela dan dijambak, kau berkata adil dibuli dan tak diberi andil. Apa yang kamu perjuangkan pelan-pelan meredup sirna bagai siang hari terik yang tiba-tiba muncul awan hitam. Iya, tidak apa jika awan hitam itu membawa hujan, namun gelapnya ini tanpa kesudahan, yang ada teriakan dan jeritan kehausan semakin menggema di sekelilingmu. Sama siapa kau mengadu?

Berniat membuka gerbang kebahagian, namun kegundahan yang menemani. Ingin menjadi orang vokal dalam menggali diri, namun jeratan setan referensi yang menghantui. Lalu siapa yang pantas dipercaya?

Ketika kau dalam kesendirian, suara-suara lirih dan berduri menyayat telinga kiri kananmu. Tak pantas rasanya telinga berada di kepala, apa iya kau taruh di pantat hingga yang terdengar kentutmu bukan omongan mereka? Sungguh Tuhan itu sangat adil menciptakan anggota badan, namun rasa diri yang belum menerima keadaan.

Apa kau tidak dengar, nafasmu mulai tak teratur? Yang ketika kau tarik nafas dada mengembang dan perut mengempis? Apakah itu normal? Apa kau tidak perhatikan si bayi lucu ketika menarik nafas perutnya mengembang dan ketika menghembuskannya perut mengempis? Tak belajarkah kamu dari sana? Dimana raga menunjukkan ketenangan si bayi, bukan seperti kamu!! Grasa-grusu, pusing-pineng, keluh-kesah dan sebagainya.

Apa kamu berpikir tak ada yang pantas dipercaya? Kamu bodoh! Buta! Lumpuh! Jika itu dalam pikirmu, sungguh tak berguna mata, pikiran dan hatimu. Leyaplah kau ke galian tanah sana! Kau tak pantas mengemban amanah sebagai pemelihara. Dirimu saja kau tak mampu memeliharanya apalagi alam semesta? Berpikirlah! Melihatlah! Bergeraklah! Kamu memang tak pantas percaya siapapun! Namun kamu wajib percaya dengan diri dan Tuhan.

Jalan ini masih panjang, tak ada ambisi yang pantas kamu perjuangkan selain mencari dan terus mencari siapa diri dan untuk apa kau di sini. Materi yang menghiasi dunia ini anggap saja seperti kayu yang dibakar api. Kau tak perlu asapnya, kau tak perlu apinya maupun arangnya. Namun yang kau perlu adalah kehangatan untuk menjalani hidup, menjadi penerang untuk diri dan orang sekitar.

Jadi siapa yang pantas kamu percaya?
#PesanDiri #PercayaDiridanTuhan

Jumat, 29 Juni 2018

Berilmu Tapi Tak Beradab, Belajar dari Petani Tua


Sengaja saya angkat kalimat di atas sebagai judul karena memang banyak sekali saya perhatikan di sekeliling bahkan pada diri saya akan hal itu. Saya mengaku berilmu dalam sebuah bidang, sebut saja petani, tetapi saya masih menggurui petani tua yang sudah makan asam garam dalam hal pertanian. Mungkin cara kita berbeda, dia dengan caranya sangat nyaman dan mendapat kepuasan bukan berarti kita memaksa sang petani tua dengan cara bertani modern yang kita ketahui.

Itu adalah sebuah permisalan sederhana Petani tua dengan Petani pemula. Sama halnya kita menasehati orang yang sudah berumahtangga sedangkan kita masih menjomblo (kasihan deh lho). Tidak akan diterima nasihat kita, walaupun pengetahuan tentang sesuatu itu kita lebih banyak mengetahuinya. Akan tidak masuk logika jika kita menasehati orang yang sudah banyak makan garam tentang sesuatu, sedangkan kita belum sampai pada posisi mereka.

Dari kejadian itu tak sedikit anak muda dengan congkaknya tak menghormati yang lebih tua. Tak sedikit generasi muda yang sarjana, guru, ustazd dan profesi yang lainnya tak menghargai yang tua, yang sudah melewati berbagai kemungkinan dalam bidangnya. Bahkan terkadang banyak diantara kita seperti menggurui seorang yang pantasnya kita anggap guru dalam bidang itu.

Hai teman, saudaraku dan diriku! Yang terpenting dalam melakukan sesuatu itu adalah adab. Bukankah tak akan berkah segala sesuatu jika kita melakukannya tanpa adab? Dalam ajaran agama Islam saja setiap tingkah laku ada adabnya? Sampe urusan tempat tidur dan segala aktivitas di dalamnya ada adab dan caranya? Terus kenapa kita begitu ringan mulut menasehati orang yang seharusnya menjadi penasehat kita. Terus kenapa kita begitu mudah menggurui orang yang pantas menjadi guru kita?

Ini adalah teguran telak buat saya pribadi. Sebelumnya saya sering sekali merasa tinggi dan tak mau mendengar orang yang berselisih paham dengan saya. Saya tak mau mengalah, saya terus berargumen dengan pemahaman yang saya miliki. Ternyata dengan semakin bertambahnya umur ini saya sadar, titik dimana saya memiliki sifat itu adalah titik yang tak ada apa-apanya dibanding seorang petani tua  dengan ketekunannya. 

Petani yang rajin merawat tanamannya, bahkan rela menahan dahaga seharian untuk melihat tumbuh kembang tanamannya. Sedangkan saya yang hanya tahu ilmu bertani sedikit saja sudah mengguruinya. Inilah permisalan adab yang belum saya pahami ketika itu. Tak memikirkan perasaan petani tua yang dengan seluruh waktu dan tenaganya merawat tanaman hingga panen. Sedangkan saya hanya mengetahui teori bercocok tanam saja sudah seperti bertani bertahun-tahun.

Maafkan kami pak Petani, kami hanya belum tahu proses apa yang sudah engkau lewati hingga bertahun-tahun merawat tanamanmu, dengan penuh ikhlas dan harap akan hasil yang baik. Sampai penglihatanmu memerah oleh silaunya sinar sang surya. Sampai kulitmu kering kecoklatan oleh panasnya mentari. Sampai kulitmu mengerut oleh waktu. Sampai badanmu menggigil oleh air dan angin.

Mulai sekarang ajari kami tentang adab, ajari kami tentang sebuah keikhlasan, ajari kami tentang pengharapan, ajari kami tentang nasehat tanpa melukai perasaan.

Terimakasih untuk pelajaran hari ini, saya pribadi akan faham salah bukan salah faham.

#TulisanSambilNgego

Rabu, 09 Mei 2018

Percantik Blog Menggunakan Template Keren dari Arlina Design

Tampilan blog ane

Hai sobat blogger! Tahu nggak sih, salah satu yang membuat pengunjung betah berlama-lama di blog/website adalah tampilan yang struktur dan eye-catching. Kalau kita membicarakan kata cantik, pastinya langsung terstigma dengan bayangan molek, adem dipandang, mata tidak berkedip (eh jangan! nanti kelilipan :D ), begitu pula dengan user interface sebuah website/blog.
Pada post thumbnail artikel ini atau gambar di atas teman-teman melihat tampilan blog saya SUPARMAN.ID. Itu adalah tampilan template dari Arlina Fitriyani seorang blogger yang memulai ng-blog dan membuat template secara otodidak (sekilas info ^^).

Nah, pada artikel kali ini, saya akan berbagi template buatan mbak Arlina tersebut. FYI (For Your Information) standar tampilan blog/website hanya memiliki 3 (tiga) struktur yaitu:
  1. Header (bagian kepala dari website/blog diantaranya menu, banner, logo blog dll)
  2. Content (Isi dari blog/website)
  3. Footer (Bagian bawah blog/website, biasanya berita ringkasan link, kontak kita dan copyright)

Oke, sebelum anda menanyakan mana link download atau bagaimana cara instalnya, saya terlebih dahulu menjelaskan beberapa bagian yang ada di template ini, antara lain:
  1. Header (Di sini ada logo/nama blog sobat, menu dan textbox pencarian)
  2. Feature Post ( Bagian ini menampilkan beberapa post terakhir yang kamu buat, namun feature ini hanya ada di home/beranda blog anda (landing-page))
  3. Image Banner ( Namanya image pasti berbentuk gambar yang bisa anda kreasikan sesuka hati, ukurannya 970x140 px (gambar di blog saya))
  4. Sidebar ( di bagian ini ada widget atau fitur-fitur blog yang bisa menambah kecantikan blog sobat)
  5. Post entry ( di sini ya ada artikel atau tulisan yang sobat posting beserta thumbnail/gambar depan )
  6. Footer ( biasanya pada bagian ini blogger/webmaster manaruh tahun, nama pembuat dan copyright. Ada juga yang menambahkan dengan menu, sehingga pengunjung lebih dipermudah dalam bernavigasi di blog. )

Saya berkesimpulan bahwa sobat sudah membaca beberapa informasi yang saya berikan di atas. Jika membacanya lompat-lompat demi cari link download, saya pastikan sobat sudah paham struktur template yang akan didownload dan diinstal. Baiklah bro/sis, berikut tahap demi tahap pemasangan templatenya :
  • Download templatenya di sini >>> KLIK/TAP UNTUK DOWNLOAD
  • Selanjutnya silakan masuk ke menu Blogger yang ingin sobat ganti templatenya. 
    Blogger.com > Tema 

    Pada tahap ini saya menyarankan sobat untuk BACKUP template yang sudah ada. Ini untuk menjaga kemungkinan teman-teman berubah pikiran untuk memakai template ini ^^.
  • Backupnya seperti gambar berikut
    klik nomor satu, maka akan muncul tampilan seperti berikut


    klik/tap tombol download tema maka secara otomatis template sobat ter-unduh

  • Proses backup sudah selesai, sekarang kita akan instal template barunya. Tahapnya sama seperti sobat akan backup template, hanya saja kita akan pilih menu lain yaitu Pilih File. Seperti gambar berikut. 

    pilih tombol "Pilih File"

    silakan pilih file templatenya dan open lalu UPLOAD, maka secara otomatis template sobat sudah terganti. 

  • Template sobat sudah terganti dengan tampilan yang masih berantakan tentunya, he. Jangan hawatir it okay! 

Pada dasarnya, template yang sobat instal adalah template yang saya instal di blog SUPARMAN.ID, jadi jangan heran jika semua tampilan baik menu maupun gambar serta link-link aktif yang ada di template itu, masih tercantol link yang saya taruh. Tetapi sobat jangan hawatir, saya akan memberikan step by step cara mengatur tampilan blog dengan template ini mulai dari menu sampai footer.

Untuk artikel kali ini saya sudahi sampai di sini, jangan bersedih! Newbie kalau berbagi memang suka gini, banyakan mikirnya mungkin efek galau, gundah dan merana ^^. Saya berharap bisa memberikan pemahaman yang baik dan benar walaupun saya sendiri masih bingung dalam memilih kata yang tepat untuk menjelaskan. Untung menjelaskannya tidak pakai kata, tambah blepotan deh, ya wes lah, sing penting sudah saya berikan link DOWNLOAD template ini. 

Semoga kita selalu sehat dan terus bisa berbagi, karena berbagi adalah peduli.

Keep Sharing and caring
@upangman

Jumat, 20 April 2018

Membuat Intro Video Sederhana Menggunakan Aplikasi Kinemaster

ScreenShot dari Hape Opo mneh? he

Dalam bersosial media, kita cenderung lebih banyak mengupload konten-konten yang menarik, baik berupa photo ataupun video pendek. Bahkan kita tidak segan-segan membagi konten itu ke timeline teman sosmed kita. 

Kali ini saya akan berbagi mengenai video tutorial cara membuat intro video sederhana di aplikasi Kinemaster. Pada tulisan ini saya tidak akan membahas secara detail mengenai cara editing video, tetapi saya akan langsung memberikan video tutorial dari channel Youtube saya yang masih view hitungan jari. Setidaknya bantu tambah viewlah, syukur-syukur channel youtube saya disubscribe. he,, Nanti saya subscribe balik, serius pasti!

Oke cukup tentang channel Youtube tidak penting itu, sekarang hal yang perlu saya pastikan adalah teman-teman sudah memiliki aplikasi Kinemaster di smartphone masing-masing.

Berikut beberapa spesifikasi smartphone yang saya rekomendasikan agar editingnya lancar jaya:

  1. Pastikan System Operasinya Android/iOs
  2. Memori RAM minimal 1GB, karena aplikasi ini butuh ruang akses untuk berjalan lancar tanpa lag. Pengalaman pribadi pakai hape RAM 512MB aplikasinya tidak bisa terbuka. he
  3. Memory penyimpanan minimal 1GB atau setidaknya ada memori penyimpanan eksternal.
Oke itu saja yang paling penting.

Aplikasi Kinemaster adalah aplikasi editing video yang awalnya hanya ada di system operasi android, namun sekarang sudah ada di iOS. Aplikasi yang ada di PlayStore dan AppStore biasanya memiliki watermark atau tanda air dan itu bisa didownload secara gratis (asal ada kuota atau akses internet). 

Sebelum anda melihat video tutorialnya, terlebih dahulu saya akan memberikan secara GRATIS aplikasi Kinemaster yang tidak ada watermark alias Kinemaster PRO. Untuk download silakan lihat pada postingan Download APLIKASI Kinemaster PRO.

Jika sudah, silakan simak video berikut! Video ini saya dedikasikan untuk teman-teman Komunitas Genpi Lombok Sumbawa, sebuah komunitas volunter digital untuk promosi pariwisata Nusa Tenggara Barat.

Selamat menonton :) 



Saya sadar video yang saya berikan banyak sekali kekurangan bahkan membuat teman-teman semakin bingung. Berharap penyampaian saya yang terbata-bata bisa memberikan sedikit pemahaman tentang cara membuat intro video sederhana menggunakan aplikasi Kinemaster.  


Jika ada yang ingin ditanyakan silakan japri bagi yang sudah tahu kontak saya, atau yang ingin silaturahim untuk tanya langsung prihal ini? Silakan, sambil ngopi bareng kopi khas Lombok hehe.

Terimakasih dan salam creative, keep sharing and caring, karena berbagi itu adalah peduli.

Rabu, 28 Februari 2018

Ku Pergi Untuk Kembali


Perjalanan manusia mulai dari lahir sampai kembali ke sang Pemilik sudah tertulis di skenarioNya. Bahkan daun yang jatuhpun sudah ditentukan, kapan dan seperti apa itu terjadi. Dari kesadaran tentang hakikat hidup dan perumpamaan dedaunan yang memiliki skenario, saya mencoba untuk berpikir dengan jernih apa-apa yang mesti saya lakukan. Kita tidak akan bisa merencanakan segala sesuatu tanpa ada rasa berserah akan kehendakNya.
Bahkan takdir itu rahasia karena manusia diwajibkan untuk menjalani dan berserah akan ketentuanNya. Ampuni hambaMu ini!

Tepat jam 00.00 WITA di pulau seberang, membuat badan ini aktif ke sana kemari membereskan pembukus badan. Sudah dari beberapa minggu saya membuat banyak janji yang selalu dibatalkan sendiri karena ketentuanNya. Namun pada hari ini saya niatkan untuk kembali ke Gumi Paer.
Gelap dan dinginnya waktu tak menyurutkan saya untuk menyebrangi penghalang Pulau Lombok dan Bali. Hiruk pikuk keramaian tak membuat saya menjadi terlena terhadapnya. Seolah-olah tidak ada suara vocal, tidak ada bising dan hembusan angin malam. Sunyi seperti berada pada sebuah ruangan dengan peredam ketebalan 10cm.

Saya terus mengingat dan berusaha menyadari kesadaran diri akan ketentuan dan kehendakNya. Saya mahluk fana di dunia ini, tidak ada yang bisa saya lakukan kecualo berserah dan berusaha menjalani semua. Entah sudah berapa nasihat yang telontar dari orang-orang terdekat, seolah-olah menampar keras pipi berpori besar ini. Iya saya pengecut dan tak bertanggungjawab, sebuah penyesalan diri yang semakin membuat batin ini terpuruk. Silakan tampar sepuasnya, sadarkan aku dari mimpi yang melenakan. Tak banyak yang bisa saya lakukan ketika sebuah tanggungjawab perlahan saya tinggalkan demi menjalani ketentuanNya. Eh, kenapa tanggungjawab? Mahluk tidak bertanggungjawab kepada sesama mahluk, melainkan mahluk menjadi tanggungan penciptanya. Seolah-olah dua kepribadian dalam raga ini sedang saling menguatkan dan melemahkan argumen mereka. Satu mengatakan "kami harus kembali", satunya lagi mengantakan kamu harus jalani semua ketentuanNya. Kamu ini mahluk, yang harus kamu lakukan adalah menjalani semua yang sudah dituliskan. Hey! Tunggu dulu, kamu ini berkehendak bebas melakukan apa yang kamu suka dan inginkan. Hah, pikiran kontra itu terus-terusan terngiang sampai jam di hape layar sentuh terlihat 03.00, sudah waktunya menaiki besi mengapung.

Saya cari tempat yang pas untuk merebahkan kepala ini. Bising layar kaca membuat tidak konsen, saya berusaha memejamkan mata untuk mengisi tenaga namun lagi dan lagi suara-suara itu saling debat. Seolah-olah kebingunganku dan kegundahan ini dijadikan ajang mencari siapa yang salah atau benar. Cukup! Saya lerai mereka dengan batasan hape layar sentuh sambil membuat artikel ini.

Wahai engkau mahluk Tuhan paling seksi, kesadaran paling tinggi ummat manusia adalah kesadaran akan dirinya. Berpikir dan pertimbangkanlah sebelum kita memutuskan sesuatu. Segala sesuatunya tentu memiliki resiko/keuntungan. Namun jangan sampai itu membuat kita bebas dan lepas. Kembakilah ke ajaran inti manusia diciptakan

Percayalah, apa yang kita jalani sekarang adalah bibit untuk masa mendatang.
Kurangilah masalah itu dengan rasa berserah,  sabar dan ikhlas.
Saya yakinkan lagi "Kita semua akan pergi untuk kembali"
Dan saya akan kembali kepadaMu

Kepergian kita dari apapun dan untuk apapun pada muaranya adalah kembali.

 Keep Sharing anda caring

Selasa, 20 Februari 2018

"Bau Nyale" dan Pemburu Ketenangan



Terasa lama sekali saya tidak mengupdate blog yang gado-gado ini, insya Allah mulai sekarang saya akan mencoba mengupdate secara rutin blog ini dengan tulisan dan ilustrasi apa adanya. Kebetulan ada tulisan yang mesti saya angkat dari pandangan pribadi. Ini sudah memasuki akhir Februari dan lombok mempunyai gawe yang cukup besar dalam perhelatan event wisata. Biasanya bulan Februari kesibukan dan keramaian akan terlihat di lombok bagian tengah dan selatan. Ini terkait dengan adanya kebiasaan masyarakat Lombok di bulan ini yang disebut "Bau Nyale". Bau Nyale adalah kegiatan menangkap Nyale atau cacing laut di sekitar pantai Selatan Lombok. Semua orang berbaur mendekati bibir pantai tempat cacing nyale akan di tangkap.

Entah kenapa cacing Nyale ini ada di sekitar pantai selatan Lombok, saya mencoba mencari literasi di internet dan belum menemukan secara ilmiah tentang Nyale ini. Sebagai orang Lombok saya sangat menghargai adat dan budaya leluhur. Saya percaya dan yakin akan ada pelajaran yang berharga disampaikan leluhur dalam setiap acara adat dan budaya salah satunya ritual "bau Nyale" ini. Karena itu saya mencoba menyampaikan sejarah yang secara turun temurun mengenai "Bau Nyale" ini. 

Bau Nyale adalah sebuah tradisi yang sangat melegenda dan memiliki nilai sakral yang tinggi bagi Suku Sasak yang merupakan suku asli Lombok. Tradisi ini dimulai dengan sebuah legenda yang secara turun temurun menjadi bagian dari Ritual Bau Nyale yaitu legenda Putri Mandalika. Dalam legendanya, Putri Mandalika dikenal sebagai sosok putri cantik dan jelita. Putri Mandalika merupakan putri dari pasangan Raja dan Dewi yang memiliki pemerintahan yang bijaksana dan membuat rakyatnya hidup makmur. 

Kecantikan Putri Mandalika ini tersebar di seluruh Pulau Lombok, sampai terdengar di telinga para pangeran yang ada pada masa itu. Para pangeran itu berlomba-lomba meminang sang Putri dengan melakukan berbagai cara yang bisa membuat simpati dan hati sang puri luluh. Mendengar berita bahwa banyak pangeran akan meminangnya, sang putri mulai gusar alias galau dalam bahasa NOW :). Karena jika memilih dari sekian banyak pangeran pastinya pangeran yang tidak terpilih akan marah dan membuat kekacauan sampai bisa perang antar kerajaan. Karena kegalauan dan kegundahan yang berkepanjangan sang putri memutuskan untuk mengundang semua pangeran yang melamarnya. 

Pertemuan itu dilangsungkan di Pantai Kuta Lombok pada tanggal 20 bulan 10 menurut perhitungan bulan Sasak, tepatnya di waktu sebelum subuh. Semua pangeran dan rakyat dari setiap kerajaan kerajaan memenuhi tempat pertemuan. Tibalah waktu di mana sang Putri Mandalika datang dikawal oleh para prajurit kerajaan dan berdiri di sebuah batu yang berada di pinggir pantai. Semua mata tertuju pada sosok sang putri yang dikenal dengan kecantikan dan budinya yang luhur. Sempat sang putri mengeluarkan pernyataannya yang merupakan kalimat terakhir dari sang Putri sampai akhirnya dia melempar diri ke laut lepas. Dalam pesannya itu sang putri mengatakan menerima semua pangeran yang meminangnya namun tidak dengan raganya dan tiba-tiba sosok tubuh itu hilang di lautan lepas. Semua orang berada di pertemuan itu riuh ramai meneriaki sang putri yang sudah lenyap. Akhirnya mereka semua berbondong-bondong mencari sang putri di pinggir pantai, namun tak kunjung ditemukan. Setelah mencari sang Putri beberapa saat setelah kejadian muncullah cacing warna-warni yang menurut masyarakat dipercaya sebagai jelmaan Putri Mandalika yang menghilang di lautan.

Itulah sejarah putri Mandalika yang tersebar secara turun-temurun di masyarakat suku Sasak. Sebuah pelajaran berharga bisa kita petik dari legenda Sasak ini. Ketenangan bisa kita dapatkan bukan karena memilih melainkan menerima kenyataan dan berbuat semampu untuk mencegah perkara yang jauh lebih besar mudaratnya dan mendapatkan ketenangan untuk semua. Seperti sang putri yang menerima secara lisan semua lamaran pangeran dan rela melempar tubuhnya agar tidak terjadi peperangan. *suparman.id

Sekarang ini tempat pertemuan sang Putri Mandalika dengan pangeran dan seluruh rayatnya dikenal sebagai Kawasan Mandalika. Kawasan tersebut merupakan salah satu bagian program pemerintah pusat dalam percepatan pembangunan dalam bidang wisata yang diknal dengan sebutan KEK Mandalika (Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika). Di kawasan ini sudah dibangun berbagai fasilitas yang mendukung pariwisata sebagai percepatan pembangunan ekonomi.

Tidak jarang orang berlomba-lomba mencari peluang untuk bisa menanam uang di kawasan ini. Bahkan sudah terlihat berbagai petak-petak kawasan para investor menanam uang mereka. Seolah memperlihatkan berbagai pangeran sudah mendapatkan putri Mandalika dengan petak-petak kerajaan di sekiatar kawasan Mandalika. Tempat yang dulunya merupakan pertemuan kerajaan-kerajaan dalam memperebutkan Putri Mandalika sekarang menjadi sebuah destinasi indah dengan tata kelola yang tersetruktur. Tidak salah Mandalika dijadikan sebagai salah satu dari 10 program percepatan pembangunan dalam bidang pariwisata oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.

Jadi dari cerita tentang Putri Mandalika dan program pemerintah pusat yang menjadikan Mandalika sebagai Kawasan Ekonomi Khusus saya memiliki pendapat yang cenderung aneh. Pendapat saya adalah legenda putri mandalika itu adalah sebuah pesan bahwa dimasa mendatang akan datang di kawasan itu berbagai orang dengan kepentingannya dan caranya untuk mendapatkan sebuah tujuan. Kita tahu semua bahwa tujuan hidup ini tak lain adalah untuk mendapatkan kedamaian dan ketenangan. Kita bekerja pergi pagi pulang malam adalah tak lain untuk mendapatkan materi sebagai alat untuk memberikan kepuasan dan ketenangan itu sendiri. Lihatlah kawasan Mandalika sekarang, tempat ini sudah menjadi petak-petak destinasi yang bisa dijadikan sebagai sumber mendapatkan materi maupun ketenangan bagi sebagian orang.
Jadi sekarang apa hubungannya "Bau Nyale" dan para pemburu ketenangan?
Nyale adalah cacing laut yang dipercaya sebagai jelmaan Putri Mandalika. Kita tahu bahwa Putri Mandalika adalah seorang putri yang diperebutkan oleh pangeran untuk dipinang sebagai istri. Jika kita jabarkan menikah atau berumahtangga adalah salah satu cara untuk mendapatkan ketenangan di dunia. Sekarang kita lihat efek pembangunan di kawasan Mandalika, ini juga ada hubungannya para pencari ketenangan. Ketenangan apa? kita jabarkan begini, Mandalika adalah kawasan wisata yang pastinya orang yang pergi berwisata salah satu tujuannya adalah untuk mencari ketenangan. Dan sekarang apa hubungannya para pemburu ketenangan dengan pembangunan di Mandalika? Baik ini pendapat awam saya, kita tahu seorang yang menginvestasikan atau menyisihkan sebagian penghasilannya untuk usaha adalah salah satu cara mendapatkan penghasilan lebih. Penghasilan lebih untuk apa? Iya untuk membeli kebutuhan sehari-hari yang tujuannya lagi-lagi adalah untuk mendapatkan ketenangan dan kenyamanan dalam hidup. Benar tidak? :)

Sebagai garis besar bagaimana kita melihat Mandalika dan bau Nyale?

Faktanya adalah Mandalika dijadikan kawasan ekonomi khusus oleh pemerintah pusat. Mandalika juga merupakan tempat dilangsungkannya event/festival bau Nyale setiap tahunnya.

Masalahnya adalah dalam pembangunan ini masih banyak ketimbangan sosial yang telihat. Salah satunya di kawasan ini sendiri masih banyak para masyarakat yang berdagang namun dilarang jika tidak memiliki kartu tertentu sebagai anggota asongan di wilayah itu. Masih rentannya keamanan bagi para wisatawan yang akan berkunjung ke destinasi atau pulang dari destinasi.
Mengenai masalah penjual asongan menjadi anggota asosiasi asongan adalah jalan terbaik untuk mendapatkan hak dalam berjualan di kawasan ini. Namuns saya belum menemukan peran pemerintah daerah dalam membuat aman kawasan ini selain peran dari polisi dan aparat hukum. Setidaknya pemerintah terkait membuat sebuah perangkat khusus yang bertugas mengamankan destinasi-destinasi yang termasuk dalam kawasan Mandalika ini dan pada umumnya di daerah terkait program pemerintah pusat ini.

Bau Nyale itu adalah tujuan kita semua, tujuan itu tak lain adalah ketenangan. Bagaimana kita mencari sebuah ketenangan dalam hidup. Bahkan bisa saja kita membuat ketenangan untuk orang lain dengan hal-hal positif yang kita lakukan. Semua tulisan ini adalah murni opini saya pribadi sebagai seorang awam, jadi silakan berikan komentar yang berupa saran dan kritik jika ada kata atau kalimat yang seharusnya tidak ada dalam tulisan ini.

Salam Creatif, Keep Sharing and caring!


Jumat, 01 Desember 2017

Bermain Layang-layang Bukan Sekedar Ulur Tarik Benang

Illustrasi oleh @upangman

Nostalgia masa kecil memang sangat menyenangkan. Banyak hal yang sering kita lakukan, namun memiliki pengajaran yang kita bisa petik saat dewasa. Kita senang dan gembira bermain berbagai macam permainan, salah satunya bermain layangan. Kita memiliki berbagai peran dalam permainan ini. Ada seseorang yang pintar dan creative membuat layangan sendiri dengan tekun dan perhitungan yang matang. Rasa senang dan gembira akan harapan layangan bisa terbang tinggi membuat kita tak sadar menyanyikan sebuah lagu yang menyemangati hati.

"Kuambil buluh sebatang
Kupotong sama panjang
Kuraut dan kutimbang dengan benang
Kujadikan layang-layang"

Pada lirik ini seseorang dengan usaha dan tekadnya sangat bersemangat membuat layangan dengan perhitungan yang detail. Ini mengajarkan saya pribadi untuk memiliki sebuah tekad dan kematangan dalam melakukan sesuatu hal. Benar-benar dengan perhitungan dan ketelitian, sehingga adil dalam berbagai keadaan serta memandang dari berbagai sudut pandang. Dengan begitu kita bisa memutuskan untuk memulai sesuatu dengan hasil yang benar-benar diharapkan.

"Bermain, berlari
Bermain layang-layang
Berlari kubawa ke tanah lapang
Hatiku riang dan senang"

Lirik tersebut mengajarkan kepada saya, seseorang yang telah memulai sesuatu harus dengan semangat dan usaha yang penuh. Mengarahkan semua usahanya ke jalan yang benar-benar diridhoi. Dengan semangat dan tujuan itu tentunya setiap usaha akan membuat kita senang dan hatipun tenang. Pada tahap ini  seseorang juga membutuhkan partner untuk berlari dan bermain. Kadang kala ketika bermain akan ada angin besar, bahkan tidak ada angin yang membuat layangan atau usaha kita tidak terbang sesuai keinginan.

Ketika sudah jadi kita bermain dengan senang melihat layangan terbang tinggi. Seseorang diharuskan menarik ulur benang yang menjadi gantungan layangannya. Dalam proses ini seseorang membutuhkan perkiraan yang sangat matang dengan membaca angin. Semakin tinggi layangan semakin besar pula angin yang menghempasnya. Hanya ada dua pilihan, membiarkan layangan ada di posisinya atau mengulur benang lagi agar lebih tinggi. Karena jika ditarik maka putuslah benang dan layang akan terbawa derasnya angin. Belum jika dia takut petir maka musnahlah harapan untuk bermain layangan.

Ketika putuspun seseorang pemain diharapkan mempunyai hati yang lapang. Mengikhlaskan layangannya terbawa angin dan direbut oleh teman-temannya yang sama bermain. Nasip baik jika kita ikut mengejar dan mendapatkan kembali layang yang sudah terputus. Dalam hal inipun saya memetik pengajaran, bahwa dalam sebuah usaha kita harus siap gagal dan terjatuh. Hanya dua kemungkinan, kita bangkit lagi dengan harapan yang lama atau membuat usaha baru dengan semangat yang sama.

Itulah pengajaran dalam bermain layangan. Seseorang memulai sesuatu, dia juga harus siap dengan resiko yang akan dihadapi. Sebagai seorang yang bekerja di dunia creative saya dituntut untuk memiliki gagasan dan ide yang fresh. Saya juga harus mengerti akan resiko ide dan gagasan di jiplak orang lain, bahkan bisa saja orang lain mengklaim saya yang menjiplak ide dan gagasannya. Itu salah satu contoh resiko dalam bekerja yang kita ambil pengajaran dari bermain layangan.

Dalam dunia asmarapun seseorang juga diharapkan belajar dalam proses bermain layangan. Saya tidak ingin mengambil pengajaran dari membuat layangan ketika mencontohkan asmara, karena setiap orang memiliki proses yang berbeda. Namun saya akan mengambil proses kita dalam bermain. Karena dalam proses inilah seseorang bisa memperhatikan lakunya. Lihatlah ketika dua orang mencoba menaikkan layangan, ada yang membawa benang dan ada yang memegang layangan. Dalam asmara dibutuhkan dua orang yang sama-sama satu visi, menaikkan layangan. Setelah naikpun peran mereka masih terlihat walaupun tidak sepenting ketika menaikkan. Ketika sudah naik ada seseorang yang menjaga dan membuat layangan semakin tinggi. Sedangkan yang lainnya menunggu gantian untuk mencoba mengulur tarik benang agar layangan stabil di udara. Salah satu cara mereka berbeda dalam bermain, maka jatuhlah resiko yang di dapat. Ini sungguh pengajaran bagi saya dalam asmara agar memiliki komitmen yang sama untuk menjaga layangan tetap pada posisinya. Dalam tahap inipun akan sering terjadi cek cok antara dua orang ini. Ada yang ingin menaikkan lebih tinggi, ada pula yang ingin tetap ditempat atau bahkan menurunkan layangan karena perhitungan tertentu. Itulah hubungan asmara, kadang diulur kadang dibiarkan pada tempatnya kadangpula ditarik.

Belajarlah dari hal-hal yang terlihat namun tak tersurat. Banyak pengajaran yang bisa kita petik dari sana. Tentunya setiap orang memiliki sudut pandangnya masing-masing, namun tanyalah dirimu pantaskah layangan ini diundur, ditarik atau dibiarkan pada tempatnya menunggu angin besar menerpa dan menghanyutkannya atau menunggu angin hilang dan membuat terjatuh? Itulah tugas seorang ALAY (Anak Layangan) membuat manuver taril undur untuk membuat layangannya tetap ada di atas sana. Jikapun malam tiba dan waktumu bermain usai, maka gulunglah benangnya dan akhiri permainan itu atau ikatlah ditiang dan biarkan bermalam mengharapkan angin harapan membuat layangan terus pada tempatnya sampai esok hari.

Semua ada ditanganmu, tentukan dan lepaskan semua beban pikiran mu. Semua yang terkadi pasti ada hikmah yang akan membuat kamu terus kuat menjadi pemain yang hebat.